Ulasan iseng dari seorang amatir

Setelah sekian lama web ini tidak di pelihara banyak sekali hal hal yang seharusnya sudah sampai garis finish menjadi tertunda. Kesibukan yang begitu padat membuat saya lupa akan ‘kewajiban’ untuk memperbaharui web blog ini. Tidak tahu harus dari mana membenahinya, stuck, down and dry, bingung (passwordnya saja sudah lupa). Akhirnya saya memulai dengan me-renew domain nya. Yesssss, satu pekerjaan selesai pikir saya. Ternyata selain domainnya, hostinganya pun sudah lumutan. Arrggghhhh, malas sekali kalau harus masuk ke web hosting. Kenapa? karena saya suka improvisasi css nya, yang ujung-ujungnya jadi berantakan codingannya (Entah kenapa saya prefer edit di web hosting ketimbang di dalam wp nya sendiri). Dan setelah ketik ketik ga jelas akhirnya saya bosan juga. Ah sudahlah pikir saya, Toh web ini sudah jarang yang buka. Dalam artian, tampilan bukan goal saya saat ini. Eiiitsss, jangan dulu berpikir kalau saya orang yang super pragmatis. Tidak, saya masih tetap mengidealisasikan tampilan, tapi untuk saat ini saya akan lebih banyak di marketingnya.

Marketing? ahh, kenapa kata-kata itu konteks nya perbankan sekali ya? Sudahlah, tidak usah dibahas. hehehe. Pada saat saya menulis ini banyak sekali ide-ide yang ingin saya realisasikan ke web tentunya. Salah satunya adalah saya ingin menjadi event organizer (EO) sebuah acara musik. Besar sekali keinginan saya itu. Puas rasanya kalau melihat banyak orang mengantri tiket di kantor kita, inbox saya dipenuhi teman yang memesan tiket, melihat crowd yang meriah, pulang dengan baju basah dan senyum konservatif. Damn, ingin rasanya menjadi seorang adrie subono versi kecil-kecilan (for now).Wah, kenapa jadi curhat ya? Stop dulu deh, hehehe.

Kita bahas musik aja yuk. Musik dalam versi saya adalah sebuah ungkapan. Ungkapan yang direlisasikan ke dalam lirik dan nada adalah peyelarasnya. Musik itu universal bung. Anda tidak dapat menghakimi seseorang hanya karena selera musiknya. Kata-kata favorit saya adalah ‘Respect all colours’. Colours mean musics. Ahhh, sok taunya saya tentang musik. Tapi, bukankah lebih baik kita berpendapat daripada diam saja, masalah benar atau salah Tuhan lah yang tau. Saya bukan seorang konservatif yang hanya bertahan/mendengarkan satu genre musik saja. Seperti pendapat saya musik itu universal. Pertama saya menilai musik (kalau boleh saya menilai) adalah lewat nadanya. Tidak peduli dia punk, rock, pop etc, kalau saya suka ya saya dengarkan. Tidak peduli kata orang-orang ‘ah, musik lo payah’, karena begitulah saya bermusik *menilai musik. Mungkin yang dimaksud mereka dengan ‘musik lo payah’ itu lebih ke band yang membawakannya. Memang, tidak saya pungkiri (dari apa yang saya tau) sekarang ini banyak sekali band-band (saya tidak akan menyebutkan merk) yang kalau saya boleh bilang keluar haluan. Atau memang itu perkembangan musik? saya pun tidak tau. Setiap band punya nama fansnya masing-masing (contoh). Kalau pendapat saya itu terlalu mainstream *senyum kecil di wajah saya. Terlalu mayoritas, terlalu mementingkan publik, terlalu takut untuk berkata tidak, terlalu takut untuk tidak didengarkan lagi. Memang tidak ada yang salah, karena begitulah perkembangan. Musik kalau pendapat saya tidak boleh berada di area abu-abu, kalau tidak hitam ya putih *hitam dan putih bukan berarti salah dan benar hanya sebuah metafora. Ahhh, lagi-lagi saya sok tau. Sekian dulu dari saya teman. Nanti kita lanjut lagi kalo saya ada waktu senggang. Mungkin bahasan dari saya kurang mengena karen saya hanya membahas ‘judul’ nya saja. nanti kita akan masuk ke sub bab nya ya.

Cheerss

[Post to Twitter] Tweet This Post 

Posted under Uncategorized by adis on Sunday 23 May 2010 at 11:25 pm

Keep Me Conscious – Sounds Of Rescue

Keep Me Conscious – Sounds Of Rescue

01 - Stuck In A Murder Scene

02 - Thicker Than Blood

03 - Life Like Secrets

04 - See You At The Bridge

05 - Cars Collided

[Post to Twitter] Tweet This Post 

Posted under Uncategorized by adis on Wednesday 22 July 2009 at 1:11 am

Next Page »



CO.CC:Free Domain